All the Money in the World

Satu lagi film produksi Hollywood yang siap bersaing merebut hati penonton di awal tahun 2018 ini. All the Money in the World yang dibintangi Christopher Plummer, Mark Wahlberg, Michelle Williams dan Charlie Plummer menyuguhkan alternatif tontonan bagi penikmat film di Tanah Air.

Film yang berdurasi 2 jam 12 menit ini terinspirasi dari kisah nyata dari buku karya penulis John Pearson yang berjudul Painfully Rich: The Outrageous Fortunes and Misfortunes of the Heirs of J. Paul Getty.

Ridley Scott yang dipercaya jadi sutradara film ini. Scott sebelumnya sukses menggaap film The Martian, Blade Runner dan Gladiator.

Sejak sebelum dirilis, film ini cukup mengundang banyak kontroversi. Yang pertama adalah digantikannya posisi aktor Kevin Spacey yang tadinya berperan sebagai J. Paul Getty. Christopher Plummer menggantikan Kevin karena Kevin tersandung kasus pelecehan seksual.

Kontroversi kedua adalah ketika terungkap fakta bahwa saat syuting ulang dilakukan (karena Kevin diganti oleh Christopher), bayaran Mark Walhberg jauh lebih tinggi dari yang diterima Michelle Williams. Michelle “hanya” dibayar sekitar US$ 1,000 sementara Mark menerima US$ 1,5 juta!

Namun karena banyaknya komentar yang menyerang Mark, ia pun lantas memutuskan mendonasikan seluruh bayarannya saat syuting ulang itu pada kampanye Time’s Up yang memerangi kasus pelecehan seksual dan diskriminasi di lingkungan kerja.

Cerita mengambil latar tahun 1973 saat J. Paul Getty III (diperankan oleh Charlie Plummer), cucu dari pengusaha minyak sukses J. Paul Getty (Christopher Plummer) yang saat itu adalah salah satu orang terkaya di dunia tiba-tiba diculik sekelompok orang di Roma, Italia. Para penculik ini menuntut bayaran US$ 17 juta dari kakek Paul.

Gail Harris (Michelle Williams), ibu Paul yang diceritakan sudah bercerai dari suaminya berusaha keras memaksa mertuanya untuk membayar uang tebusan. Meski sangat menyayangi Paul, Getty menolak memberi dana untuk tebusan Paul. Tapi diam-diam di belakang Gail, Getty meminta orang kepercayaannya Fletcher Chase (Mark Wahlberg) untuk mengusahakan berbagai cara untuk melepaskan Paul tanpa harus membayar uang tebusan sepeser pun.

Salah satu penculik Paul, Cinquanta (Romain Durais) ternyata perlahan menaruh perhatian pada Paul yang sudah dianggapnya sebagai keluarganya sendiri. Cinquanta juga yang selalu berkomunikasi dengan Gail untuk memberi kabar soal kondisi Paul sekaligus bernegosiasi soal uang tebusan.

Muak dengan cara majikannya (Getty) yang bertele-tele dan membiarkan penculikan ini berjalan terlalu lama, Fletcher beralih mendukung Gail untuk membebaskan Paul sekaligus terus menekan Getty.

Keduanya pun bekerjasama sambil berkejaran dengan waktu yang pada akhirnya akan mengungkap bagaimana uang bisa mengubah banyak hal dalam hidup.

Highlight

Beberapa adegan yang cukup menarik yang muncul di sepanjang film antara lain adalah saat sekumpulan pekerja harus bekerja keras menghitung uang tebusan secara manual. Di zaman itu belum ada mesin penghitung uang otomatis dan saking besarnya jumlah uang tebusan, puluhan orang harus bekerja menghitung uang.

Salah satu yang menarik lagi, meski tergolong cukup mempertontonkan unsur kekerasan (karena itu film ini masuk kategori dewasa) adalah saat Paul harus menerima siksaan paksa dari pihak penculik demi meyakinkan keluarganya agar segera membayar uang tebusan.

Adegan saat Paul berusaha melarikan diri dari ruangan tempatnya disekap pun cukup menarik. Bergaya bak MacGyver, Paul memanfaatkan banyak benda tak berguna untuk membakar area di sekitar kamar tempatnya ditahan.

Sementara untuk kualitas akting, rasa-rasanya yang terbaik adalah yang ditunjukkan oleh Michelle Williams dan Charlie Plummer. Karakter Michelle sebagai Gail Harris sangat pas dan kuat. Sementara Charlie sukses menggambarkan sosok Paul yang “rapuh” meski dengan dialog yang minimal.

Mungkin Anda Menyukai