Day of the Soldado

Sicario: Day of the Soldado mengisahkan tingkah laku para kartel yang tidak bosan menggembosi Amerika di area perbatasan. Kali ini, permasalahan ditimbulkan sendiri oleh para kartel yang “menganggu” pemerintah Amerika.

Setelah menyelundukan kokain, kali ini giliran manusia ilegal yang diselundukan. Hanya saja ketika pihak kepolisian Amerika mendeteksi munculnya imigran gelap, Amerika justru dikejutkan dengan sebuah teror bom yang diduga oleh sekelompok muslim garis keras.

Matt Gaver yang masih hobi melakukan operasi rahasia dipanggil untuk menyelesaikan masalah ini. Mencari tahu, siapa sosok yang menjadi arsitek aksi bunuh diri para imigran gelap di perbatasan dengan membawa embel-embel “muslim garis keras”

Matt tidak bisa melupakan teman lamanya, Alejandro untuk menjalankan misi ini. Hanya saja ketika sedang berada dalam misi, keduanya terjebak diantara baku hantam para kartel. Keduanya terpaksa terpisah.

Selanjutnya Matt dan Alejandro berada dalam misi yang terpisah. Matt ditugaskan untuk menghapus semua jejak operasi rahasianya. Termasuk melenyapkan Alejandro. Alejandro yang sangat dingin ternyata punya rencana lain untuk meloloskan diri dari sergapan Matt.

Apalagi Alejandro punya misi terpendam untuk menghabisi para bos kartel secara terselubung melalui Isabel Reyes (Isabela Moner).

Lalu, bagaimana cara Matt menghapus semua jejak operasinya, termasuk melenyapkan temannya sendiri Alejandro? Bisakah Alejandro menuntaskan misi balas dendamnya? Semua akan terungkap dalam Sicario: Day of the Soldado yang bisa disaksikan di bioskop-bioskop terdekat di kota kamu.
Tanpa Sicario
review-sicario-day-of-the-soldado-misi-baru-pembunuh-bayaran

Pergantian sutradara Denis Villeneuve di film Sicario pertama ke tangan Stefano Sollima sepertinya berdampak cukup besar. Meskipun masih mengandalkan Taylor Sheridan sebagai penulis naskah, cerita Sicario: Day of the Soldado terasa terlalu datar.

Bahkan, makna “Sicario” yang dikenal sebagai pembunuh bayaran terlihat datar-datar saja di film ini. Alejandro yang dikenal dengan julukan ini terlihat hanya sebagai teman dalam misi “kotor” Matt.

Secara keseluruhan jalan cerita Sicario: Day of the Soldado masih terlihat sama dengan film pertamanya. Sebuah aksi baku hantal yang melibatkan misi rahasia Amerika, kartel Meksiko dan pembunuh bayaran.

Sutradara Stefano Sollima mencoba menghadirkan cerita baru dengan menyelipkan beberapa twist, yang sayangnya buat penggemar film aksi seperti Sicario sudah bisa menebaknya di seperempat bagian film.

Hanya saja munculnya karakter baru seperti Miguel Hernandez (Elijah Rodriguez) mampu membuat film menjadi sulit ditebak, tentang perannya dan apa hubungannya dengan para karakter utama. Setidaknya, karakter ini yang akan menjadi twist tersendiri di dalam film ini.

Selain, itu kemungkinan besar akan terjawab juga seperti apa kisah Sicario ketiga yang sedang direncanakan pembuatan filmnya. Apalagi melihat pertemuan antara Alejandro dan Miguel di bagian akhir yang tidak akan disangka oleh para penonton

Selain itu, kehadiran karakter Isabel Reyes juga menjadi pembeda dalam film kedua Sicario. Alejandro dan Matt yang awalnya berada dalam satu misi yang sama, kemudian terpecah menjadi dua misi.
Tone Berbeda
Sinopsis Film Aksi Terbaru Holywood, Sicario: Day of the Soldado

Jika di film pertama, tone yang dihadirkan dalam film terasa gelap ditambah dengan gaya dingin Alejandro (Benicio Del Toro), maka tone ini tidak terlalu terlihat di film keduanya. Alejandro bukan lagi seorang pembunuh bayaran dengan ciri khas dari Amerika Selatan.

Melainkan seorang agen rahasia yang terlibat dalam sebuah misi rahasia. Tidak ada lagi aksi balas dendam, namun misi penyelamatan. Tone ini mungkin saja dihadirkan agar film terlasa lebih menarik. Namun, tentu saja akan mengurangi ciri khas dari sosok seorang Sicario.