film Flight 555

Bertabur bintang tidak menjamin film komedi Flight 555 yang baru rilis ini menyenangkan untuk ditonton. Dari total durasi 1 jam 46 menit penonton disuguhi dialog dan guyonan garing. Diluar ekspekasi menonton film komedi. Sesekali penonton masih merespon dengan ketawa kecil melihat ulah pemain. Tapi sebatas hahahihi.

Film ini dibintangi Mikha Tambayong, Gisela Anastasia, Meriza Febriani, Samuel Zylgwin, Mathias Mucus, Tara Budiman, dan puluhan artis serta komedian yang sudah punya nama di Indonesia. Alur maju yang dibawakan membuat cerita hanya mengalir. Efek suara tidak bisa membawa penonton larut dalam emosi yang dimainkan. Emosi yang dibangun datar-datar saja.

Bagusnya ide film ini sudah outstanding, diluar kebiasaan drama Indonesia yang cinta-cintaan saja dengan konflik yang itu-itu saja. Produser terbilang berani memilih latar pesawat dan bandara. Sayangnya edukasi yang disisipkan kurang nendang, hanya tersampaikan. Padahal selain menghibur, harusnya ada nilai atau pesan moral yang bisa didapat penonton

Flight 555 mengumpulkan orang-orang dengan berbagai masalah dan latar belakang sosial dalam sebuah pesawat. Putu yang kabur karena enggan dijodohkan. Tapi harus pulang karena orang tuanya sakit. Ternyata perjalanan pulang tidak semulus harapan. Karena ditengah perjalanan, pesawat yang ditumpangi dibajak. Tokoh yang diperankan Tara ini jadi tokoh sentral. Dia jadi lead hero penyelamat pembajakan pesawat. Tapi setting dan motif pembajak terkesan mengada-ngada. Meskipun film komedi tidak seharusnya kemasannya ngelawak seadanya. Jadi terkesan biasa saja dengan celetukan-celetukan konyol tidak lucu. Pun peran para tokoh tidak luwes dan natural.

Flight 555 mencoba menghadirkan keberagaman dan unsur sosial budaya Indonesia. Kehadiran Ryan D’Massiv sekedar lewat. Tidak ada peran atau gimmick menarik.

Akhir ceritanya sudah bisa ditebak. Persekongkolan pembajak dengan Lidya, salah satu pramugari sudah terbaca dan tidak surprise lagi diakhir cerita.

Flight 555 dirilis 18 Januari 2018. Film ini diproduksi Citra Visual Sinema dan disutradarai Raymond Handaya. Terbang dengan mereka bisa mengakhiri rasa penasaran konsep baru film komedi. Tapi untuk dapat lebih, penonton harus menunggu lama karena hampir tidak ada kejutan. Flat.

Mungkin Anda Menyukai