‘Forever Holiday in Bali’

Mengandalkan kisah cinta bak dongeng, film Forever Holiday in Bali menceritakan kisah dua anak muda yang jatuh cinta karena pertemuan tak sengaja.

Kay (diperankan Thunder, eks personel boyband MBLAQ), seorang artis K-Pop kabur dari kegiatan syuting di Bali, lalu membeli sepeda motor padahal belum lancar mengendarainya.

Kay yang nekat lalu menabrak Putri (Caitlin Halderman) yang sedang menyebrang jalan. Keduanya lantas berdebat saling menyalahkan tapi pada akhirnya pergi bersama, mencari pantai berpohon dan memiliki pasir putih.

Hal itu yang kemudian membuat mereka semakin dekat, lalu jatuh cinta. Namun, masalah menghampiri mereka pun berpisah. Setelahnya, mereka baru sadar saling kehilangan dan kembali bersama. Bak cerita-cerita dongeng yang kerap muncul dalam film televisi (FTV).

Forever Holiday in Bali merupakan penanda kolaborasi produksi terbaru antara sineas Indonesia dengan Korea Selatan. Sayangnya, film yang diarahkan Ody C. Harahap, sutradara yang sebelumnya juga terlibat dalam kolaborasi antara Indonesia-Korsel untuk film Sweet 20, terasa kurang karena cerita yang begitu mudah ditebak.

Meski sinematografi yang dihadirkan cukup menarik, penggarapan film ini lebih terasa seperti sinetron. Dalam film ini, terdapat beberapa adegan yang membuat dahi berkernyit, seperti saat dua tokoh utama itu saling berpandangan lalu pemeran wanita terpeleset di tangga dan kemudian jatuh di pelukan pemeran pria. Belum lagi, adegan itu dibuat slow-motion agar lebih dramatisir.

Ini bukan pertama kalinya Thunder berakting.Thunder berperan sebagai Kay, artis K-pop yang tengah berada di Bali. (Dok. Sonamu Films)
Hal lainnya yang disayangkan adalah situasi tak masuk akal, seperti kala pemeran pria awalnya digambarkan tidak bisa mengendarai motor, lalu dalam hitungan jam dia bisa mengendarainya bahkan lancar berkeliling kota.

Namun di balik itu, film ini dapat diapresiasi dengan beberapa penyisipan soal kehidupan budaya di Bali termasuk anggapan yang berkembang di masyarakat. Contohnya, kala memberi penghormatan saat warga sedang melaksanakan upacara adat.

Kemudian soal kekhawatiran keluarga saat Putri terlihat jatuh cinta dengan Kay yang merupakan warga asing. Mereka khawatir jika Putri kelak ditinggal kembali sang kekasih ke negara asalnya.

Lainnya, penggunaan bahasa untuk berkomunikasi di film ini pun dibuat natural. Karakter Kay yang berasal dari Korea Selatan tetap menggunakan bahasa Korea dengan sesama orang Korea. Selebihnya, dia berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Begitu pun dengan karakter Putri.

Terkait aksi para pemeran, pada awalnya pendalaman terhadap karakter masing-masing masih terasa kurang. Namun seiring berjalannya cerita, para pemain sudah cukup baik melakoni karakter mereka.

Film ini pun tampaknya hanya mengandalkan penggunaan bintang K-Pop asli agar terlihat istimewa, padahal tanpanya cerita masih dapat berjalan. Itu terlihat dari konflik utama yang seharusnya soal kekhawatiran keluarga karena hubungan dengan orang asing justru bukan menjadi penyebab utama yang membuat mereka berpisah.

Secara keseluruhan, cerita cinta yang ringan dalam Forever Holiday in Bali mungkin dapat menjadi hiburan bagi para remaja.

Mungkin Anda Menyukai