Goodbye Christopher Robin

“Goodbye Christopher Robin”merupakan film buatan Inggris yang direncanakan tayang pertama kali di negara asalnya pada tanggal 29 September 2017. Film ini menceritakan kisah di balik penulisan buku Winnie the Pooh oleh A.A.Milne, dengan berlatar Inggris di era pascaperang dunia pertama.

Film ini diarahkan oleh Simon Curtis, sutradara yang sebelumnya banyak terlibat dalam film serial televisi Inggris serta dibintangi oleh aktor Irlandia, Domhnall Gleeson (Star Wars: The Force Awakens, The Revenant) sebagai A.A. Milne, dan Margot Robbie (Suicide Squad, The Legend of Tarzan) berperan sebagai istrinya, Daphne.

Will Tilston dan Alex Lawther berperan sebagai Christopher Robin Milne saat berusia delapan tahun dan remaja.

Dikisahkan seorang prajurit bernama A.A. Milne kembali ke keluarganya setelah perang dunia pertama berakhir. Blue, sapaan akrab dari Milne, menderita penyakit trauma yang dinamakan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang sangat umum dialami oleh hampir semua prajurit setelah perang.

Kondisi ini menyebabkan Blue sering tiba-tiba panik dipicu oleh trauma masa lalu, seperti saat dirinya disorot lampu panggung dan tiba-tiba terbawa ke ingatan masa lalu di suatu pertempuran malam hari dengan ledakan mortar.

Atau suara sekumpulan lebah yang mengingatkannya pada suara lalat yang beterbangan di atas jenazah para prajurit.

Blue berniat menulis buku tentang peperangan dan untuk itu dia memboyong istri dan anaknya beserta seorang pengasuh anak bernama Olive (Kelly MacDonald) ke sebuah desa bernama Sussex.

Daphne membelikan sekumpulan mainan untuk Billy Moon (begitu semua orang memanggil Christopher Robin), yang merupakan mainan berbentuk beruang, babi, kelinci, macan, kanguru, dan keledai, yang nantinya mainan-mainan tersebut akan menjadi sangat terkenal di kemudian hari.

Suatu ketika, Daphne bepergian ke London dan di saat bersamaan Olive sedang cuti, sehingga meninggalkan ayah dan anak tersebut berdua di rumah.

Disinilah bermula percakapan antara mereka berdua yang kemudian menginspirasi Blue untuk menulis buku fiksi, ketimbang meneruskan menulis buku tentang perang yang sementara dikerjakannya.

Sang ayah menuangkan cerita imajinasi Christopher Robin bersama mainan binatangnya dalam buku berjudul Winnie the Pooh. Dan ternyata, buku tersebut sukses besar.

Kesuksesan tersebut membawa keluarga Milne ke babak baru kehidupan mereka. Christopher Robin begitu dicintai publik dan menjadi tumbal popularitas buku ayahnya karena dieksploitasi habis-habisan oleh media, walaupun dia melakukannya dengan senang hati asalkan orang tuanya bahagia.