Jejak Cinta

Sutradara
Tarmizi Abka
Produser
Hasan Karman, Jimmy E. Alwy, D, Hr. Dhoni Ramadhan
Penulis Naskah
Faozan Rizal
Pemeran

Prisia Nasution
Baim Wong
Zora Vidianata
Mathias Muchus
Della Perez

Artis ternama Baim Wong dan Prisia Nasution akan melakukan pembuatan film tentang Kota Singkawang.

Mantan Wali Kota Singkawang, Hasan Karman menjadi produser film berjudul “Jejak Cinta” yang akan mengambil lokasi syuting di Kota Singkawang.

Film besutan sutradara, Tarmizi ini dibintangi Baim Wong, Prisia Nasution, Zora Vidyanata, Slamet Rahardjo dan Keena Mentor.

Kehadiran Baim Wong dan Prisia Nasution disambut tarian dan adat Dayak di Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Rabu (17/1/2018).

Artikel ini telah tayang di
Singkawang Diangkat Dalam Film Jejak Cinta,

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin

Maryana adalah seorang designer batik yang sedang melakukan riset di Singkawang untuk mencari karakter Batik asli dari tahan kelahirannya. Di sana ia bertemu dengan sahabat lamanya Wina, pertemuan dengan wina menjadi pintu pembuka bertemunya Maryana dengan Hasan seorang guru tampan yang akhirnya menjadi Suaminya, namun belum lama menikah, pernikahan mereka terguncang lewat hadirnya telpon dari Sarah yang meminta tolong ke Hasan, Hasan merasa tidak enak dengan keluarga Sarah yang dulu pernah membantunya, yang kemudian hal ini membuat salah paham Maryana, terlebih ketika ada telpon dari rumah sakit yang mengatakan bahwa Istri Hasan akan melahirkan, Maryana yang pada saat itu sedang katakutan karena mengidap kankerpun marah dan memilih meninggalkan Hasan, Hasan berusaha mengejar Istrinya namun di tengah jalan ia di tabrak oleh Toni pacar Sarah, Hasan pun di larikan ke RS terdekat. Sampai di rumah sakit ayah Sarah Hendrawan meluruskan kesalahpahaman Maryana terhadap Hasan, Hendrawan menjelaskan bahwa Hasanlah penyelamat keluarganya, saat itulah Maryana merasa bersalah sudah karena menuduh suaminya macam-macam, ia pun menangis dan memeluk Hasan yang masih koma.

“Cerita film ini memang sangat kuat. Tokoh Tionghoa, Dayak dan Melayu (Tidayu) akan diangkat dalam film jejak Cinta dengan berbagai problema masyarakat Kota Singkawang,” kata Sutarada Film Jejak Cinta, Tarmizi.

Kemudian selain itu, juga memadukan dengan seni dan budaya yang ada di Kota Singkawang.

Tim kreatif yang bertugas semua dari Jakarta. Namun ia membuka kesempatan untuk teman-teman indie di Kota Singkawang bergabung.

“Silahkan bergabung dengan kita, apa yang bisa diambil dan dipelajari,” ungkapnya.

Dengan kehadiran tim dari Jakarta, ini menjadi kesempatan bagi anak-anak indie Kota Singkawang untuk belajar.

“Film ini berdurasi 105 menit. Akan primer di bulan Juni,” tuturnya.

Mungkin Anda Menyukai