Solo : A Star Wars Story

Film prekuel Star Wars yang berfokus pada Han Solo ini memenuhi semua kriteria, bisa jadi tontonan keluarga, dan penuh aksi – tapi sebagus apa?

Sebagian penyuka Star Wars tampaknya kesal dengan bagaimana The Last Jedi tak memenuhi harapan mereka.

Bahkan Luke Skywalker sendiri, atau aktor Mark Hamill, mengakui dalam sebuah wawancara bahwa dia tidak terlalu senang dengan perubahan yang dialami karakternya sejak 1980an.

Tapi tak ada yang perlu khawatir soal Solo: A Star Wars Story akan membuat kecewa: film ini benar-benar memenuhi harapan dari sebuah prekuel yang menampilkan sosok cecunguk ikonik luar angkasa yang dulu diperankan oleh Harrison Ford.

Film ini memenuhi semua kriteria daftar yang mungkin dimiliki oleh seorang penggemar dengan mengenalkan kita pada Han (Alden Ehrenreich) yang masih berusia dua puluhan.

Film ini juga menampilkan teman Wookie Han, Chewbacca (Joonas Suotamo) yang belajar main catur holografik; ada juga Lando Calrissian (Donald Glover) yang flamboyan dan suka curang saat main kartu dan mengibaskan jubahnya.

Mereka semua menaiki Millennium Falcon untuk mencoba melakukan sesuatu yang disebut oleh Han dalam film Star Wars pertama: menempuh Kessel Run.

Sebagian penyuka Star Wars tampaknya kesal dengan bagaimana The Last Jedi tak memenuhi harapan mereka.

Bahkan Luke Skywalker sendiri, atau aktor Mark Hamill, mengakui dalam sebuah wawancara bahwa dia tidak terlalu senang dengan perubahan yang dialami karakternya sejak 1980an.

Tapi tak ada yang perlu khawatir soal Solo: A Star Wars Story akan membuat kecewa: film ini benar-benar memenuhi harapan dari sebuah prekuel yang menampilkan sosok cecunguk ikonik luar angkasa yang dulu diperankan oleh Harrison Ford.

Film ini memenuhi semua kriteria daftar yang mungkin dimiliki oleh seorang penggemar dengan mengenalkan kita pada Han (Alden Ehrenreich) yang masih berusia dua puluhan.

Film ini juga menampilkan teman Wookie Han, Chewbacca (Joonas Suotamo) yang belajar main catur holografik; ada juga Lando Calrissian (Donald Glover) yang flamboyan dan suka curang saat main kartu dan mengibaskan jubahnya.

Mereka semua menaiki Millennium Falcon untuk mencoba melakukan sesuatu yang disebut oleh Han dalam film Star Wars pertama: menempuh Kessel Run.

Pemenuhan harapan ini patut dihargai. Saat George Lucas membuat tiga film prekuel Star Wars, dari 1999 sampai 2005, dia mengacaukan kontinuitas rangkaian film tersebut sampai-sampai menjadi kontradiksi dari peristiwa-peristiwa di trilogi awal film.

Namun Solo, yang ditulis oleh tim ayah dan anak Lawrence serta Jonathan Kasdan, cukup rapi dalam mengisi kekosongan dalam kisah masa lalu si tokoh cerita, dan para penggemar lama pun akan menghargai setiap dialog yang mencerminkan sesuatu yang dulu mereka pernah dengar, di galaksi yang sangat jauh.

Meski begitu, mungkin mereka berharap film ini punya ambisi lebih besar. Mungkin akan beda jadinya jika Phil Lord dan Christopher Miller yang menyutradarai Solo, seperti yang direncanakan sejak awal.

Namun, saat produksi, dua sutradara yang membuat The Lego Movie itu dipecat dan digantikan oleh orang yang membuat The Da Vinci Code – dan Ron Howard, terlepas dari semua pencapaiannya, bukanlah sosok yang punya pendekatan radikal dalam membuat film.

Apa yang dia buat adalah sebuah film mirip Disney, petualangan ala Guardians of the Galaxy yang lebih sederhana: sebuah film hiburan komedi ringan, ramah keluarga, penuh dengan laga, namun kadang mengganggu karena seksis, yang bukan film Star Wars terbaik, tapi menjadi yang paling esensial.

Film ini juga episodik. Mungkin struktur menggantung adalah akar dari semua film Star Wars, semacam penghormatan atas film-film akhir pekan yang berakhir tiba-tiba seperti Buck Rogers dan Flash Gordon.

Namun, alih-alih memiliki plot yang panjang, Solo memiliki serangkaian plot yang berhubungan, latar adegan yang panjang, yang tidak terlalu jelas, dan sebagian besar tertutup oleh asap dan uap.

Di antara adegan tembak-tembakan, Han lari dari planet asalnya yang kelabu dan bergaya industrial, dia kemudian mendaftar ke tentara Empire, namun melakukan desersi, dan bergabung dengan sekelompok perampok, lalu mendapat begitu banyak teman; mengingat film ini berjudul Solo, namun sangat sedikit waktu yang dihabiskan sendirian oleh si protagonis.